Intro - Akhir Zaman

A/N : Sebenarnya, ini adalah 'intro' mengenai segala posts tentang Akhir Zaman yang kami buat untuk buku 'The Road Home' (buku dari blog Adonijah ini). Tapi karena diminta oleh Tuhan, maka saya akan menaruhnya di blog ini juga.

Tahukah Anda bahwa Anda dan saya hidup pada akhir dari Zaman Akhir? Bukalah Kitab Injil dan carilah perumpamaan mengenai pohon ara yang diberikan Yesus untuk memperingati kita. Lihatlah ke sekeliling Anda dan Anda juga akan menemukan berbagai macam fakta ‘ramalan’ Alkitab yang sudah menjadi kenyataan. Apa saja yang telah ditulis di Alkitab dan sedang terjadi? Mari kita lihat satu per satu.
Isu-isu peperangan. Negara-negara di Timur Tengah sedang dalam gejolak yang hebat tahun-tahun ini. Begitu juga dengan negara-negara pendukung mereka dan nyaris seluruh dunia ini.
Gempa bumi. Tercatat pada akhir 2011 bahwa nyaris setiap hari, ada gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 4 SR di salah satu bagian dunia ini.
Tanda-tanda di langit. Apakah Anda pernah memperhatikan—dengan bimbingan Hikmat dan Roh Kudus—bahwa awan semakin rendah? Ada sejuta tanda lainnya di langit yang tidak mungkin saya tulis. Meteor yang mendekat ke Bumi di luar perkiraan para saintis adalah salah satunya.
Tanda-tanda di bumi. Tornado, tsunami dan segala wabah serta bencana alam lainnya merupakan tanda yang amat nyata di tahun 2011 ini.
Kemerosotan moral. Anak melawan ayah dan saudara yang saling bunuh sudah tidak asing lagi diberitakan di koran-koran kita. Generasi yang mengagungkan kemewahan dan keindahan ini telah mengorbankan apapun yang mereka miliki untuk mendapatkan sedikit lirikan mata. Pembunuhan terjadi tiap hari, begitu juga dengan pemerkosaan dan korupsi yang semakin menggila.
Tampilnya para pencemooh. Seperti kata Alkitab, mereka ini adalah orang-orang tidak mengenal Allah, tidak takut pada Allah, pendusta, homoseks, bermulut penuh racun dan perusak moral. Lihatlah ke sekeliling Anda dan hitunglah berapa banyak orang yang bergossip tanpa rasa berdosa. Itu sudah menjadi cukup bukti bagi kami.
Tampilnya nabi-nabi palsu. Kitab Yudas mengatakan hal ini, dengan sangat gamblang, sebagai salah satu tanda akhir zaman. Bukankah gerakan agama-agama baru semakin menggencar semenjak kita menginjak abad ke-21? Banyak juga orang-orang Kristen yang mengaku dirinya adalah nabi dan berusaha memprediksi tanggal kembalinya Tuhan ke muka Bumi ini—dan gagal tentunya. Para guru-guru palsu ini mengajarkan hal-hal yang tidak ditulis di dalam Alkitab (atau bila tertulis, mereka mengambil beberapa ayatnya secara terpisah dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi).
Ada gereja Kristen yang menyebarkan Injil dengan seks bebas. Ada gereja yang tidak mengakui Yesus sebagai Juruselamat umat manusia. Ada gereja yang mengagung-agungkan bahasa roh ‘kosong’ tanpa menyertakan penginjilan atau Hikmat penterjemahnya. Dan percayalah, ada gereja yang hanya memberitakan tentang kedamaian, kesejahteraan, kesuksesan dan kekayaan untuk menarik jemaat baru—dan dengan begitu, mencari lebih banyak uang persembahan. Anda juga dapat menemukan ratusan pengajaran sesat terselubung di dalam tubuh gereja: seperti pengajaran cara-cara tertentu untuk ‘membangkitkan’ Kuasa Roh Kudus di dalam diri kita dengan meditasi atau cara-cara lainnya.
Bangkitnya Generasi Mikha. Hal ini tercantum dalam beberapa Kitab Nabi Besar, Wahyu, dan Kisah Para Rasul. Yang dapat kita lihat paling jelas adalah bukti dari Kitab Kisah Para Rasul 2. Allah mengatakan di situ, bahwa ‘akan terjadi pada akhir zaman, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia,’ dan ini memang sedang terjadi. Ada kebangkitan rohani di mana-mana. Anak-anak muda dari berbagai belahan dunia mendapatkan pengelihatan-pengelihatan. Orang-orang lainnya mendapatkan mimpi-mimpi profetik dan karunia untuk bernubuat.
Dan apakah isi dari mayoritas pengelihatan dan nubuat mereka? Satu hal: Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua di Zaman Akhir ini.

Yudas 1: 18-19
“Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.” Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus."

Matius 24: 5-7
“Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Sebab bangsa akan bangkit melawan bangsa, dan kerajaan melawan kerajaan. Akan ada kelaparan dan gempa bumi di berbagai tempat.”
[ Read More ]

Pengelihatan - Semua Telah Siap

Author : Benedictus Harvian

3 Desember 2011
            Atas perintah-Nya, saya akan membagikan penglihatan dari Allah yang saya dapat saat pembacaan Kitab Suci di Gereja.
            Saat pembacaan mencapai 2 Petrus 3 : 12, ‘'yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya', Tuhan memperlihatkan kepada saya bumi yang dipenuhi jilatan api. Langit gelap seperti malam dan kondisi kota hancur riuh. Gedung-gedung runtuh dan menimpa sekelompok orang yang berlarian.

            Selanjutnya, ketika 2 Petrus 3 : 13, ‘Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran’ dibacakan, Tuhan kembali memberi saya suatu pengelihatan. Saya dalam tubuh roh berada di sebuah jalan yang megah di mana saya melihat di depan saya suatu pintu gerbang yang tak kalah megahnya terbuka lebar. Dari pintu gerbang yang terbuka tersebut, jalan terus berlanjut dan berhujung kepada suatu bangunan yang tampaknya seperti pelataran. Bangunan tersebut bersinar bagai emas dan arsitekturnya sungguh indah.
 Begitu saya meluaskan pandangan, sadarlah saya bahwa segalanya tampak begitu bersinar di sana. Ada atmosfir keagungan dan kemuliaan yang terpancar tak henti, suatu perasaan yang entah kenapa membuat saya merasa nostalgik. Begitu saya memfokuskan pandangan ke sisi jalan, saya melihat barisan malaikat berjejer di sisi kiri dan kanan jalan. Mereka berada dalam formasi rapi dan teratur di mana ketika saya lebih fokuskan, saya menyadari bahwa ada ratusan—atau mungkin ribuan, bahkan—malaikat yang berbaris di belakang malaikat yang saya lihat berjejer di depan. Masing-masing dari mereka memegang alat musik yang berbeda di tangan, siap dimainkan. Raut wajah mereka penuh dengan sesuatu yang saya tangkap sebagai penantian dan rasa antusias.
Masih terpesona akan pemandangan tersebut, saya melihat ke samping kanan saya dan melihat Tuhan Yesus berdiri. Dengan gerakan tangan seolah-olah menyambut, Ia berkata, “Segalanya telah tersedia untukmu. Beritahukan yang lain bahwa segalanya telah tersedia bagi mereka. Yerusalem baru—kota perjanjian, rumah kalian yang sejati, ada di sini, telah disiapkan oleh Bapa. Penyambutan kalian pulang akan historik dan membahana. Ingat, anak-Ku, segala sesuatunya telah disiapkan.” Antusiasme dan rasa senang terindikasikan jelas dari suara-Nya yang penuh wibawa.
Pengelihatan selesai.
[ Read More ]

Surrender All

Author : Vanessa Giovani

Di tengah banjir post tentang rapture di blog ini, perkenankan saya untuk membahas dengan cara lain.

Ini semacam sharing sekaligus pengakuan saya di tengah the calm before the storm. Jujur saya ketika saya mendengar kabar-kabar tentang kedatangan Tuhan saya langsung bertanya-tanya dalam diri saya. "Secepat itukah? Gw masih muda kayaknya... Gimana kalo gw ketinggalan??!!" dll. Sebenarnya saya juga ga inget-inget pasti kalo hal-hal tersebut yang ada di pikiran saya... tapi pasti Anda sekalian juga sempet berpikir seperti ini kan? Akui sajalah...

Rapture sendiri bukan barang baru bagi saya, tetapi ketika menyadari bahwa waktu saya semakin tipis, awalnya saya sedikit bete. Mungkin seperti itu kira-kira. Terlalu terkontaminasi hal-hal dunia sepertinya (geret gueeee, guuys...!). Ketika seorang teman menyerukan untuk hidup menjauhi hal-hal duniawi yang dapat mengalihkan pandangan kita dari Tuhan, saya masih santai-santai baca majalah, denger lagu sekuler, dll. Apalagi saya emang suka baca majalah dari dulu. Hitung-hitung, itu hobi lama...

Saya lupa bagaimana tiba-tiba ada kesadaran dalam diri saya bahwa saya tidak boleh terus seperti ini. Yang ada di pikiran saya pada awalnya hanya sedangkal "Gue ga boleh ketinggalan!" Padahal seharusnya motivasi mencari Tuhan saja dan hidup benar di hadapan-Nya sebaiknya didasarkan pada kasih dan rasa haus untuk mencarinya. Iya ngggak?

Langsung saja saya berusaha untuk melepaskan diri dari hal-hal keduniawian. Namun harus saya akui bahwa godaannya itu kuat sekali. Yah... jatuh lagi ke lubang yang sama pun harus saya rasakan. Tetapi kini saya berusaha sekuat mungkin untuk meninggalkan hal-hal yang toh nantinya tidak memberi saya akses mendekat ke Tuhan. Ia memang luar biasa baik!!

Harus diakui juga bahwa lingkungan kampus saya itu suasananya sangat tidak mendukung. Saya merasa seperti berada di dalam padang gurun. Terdengar lebay, eh?

Kampus yang katanya nomor satu di Indonesia itu terdiri dari sedikit anak-anak Tuhan. Sampai sekarang saja saya belum menemukan teman untuk sharing yang nyambung. Godaan hal-hal kedagingan sangat kuaaatttttt... Ajakan-ajakan yang mungkin kelihatan "normal" di mata mahasiswa pada umumnya juga banyaaaakkk. Saya, yang seringkali malas untuk ikut-ikutan cara teman-teman dekat saya, harus puas dibilang "kaku."

Sekarang, dibilang "kaku" oleh teman-teman saya adalah hal yang sudah biasa kini saya dengar. Awalnya, itu memang hanya bermula dari ajakan teman untuk 'telat masuk', sedangkan saya sudah biasa untuk sampat di tempat sebelum kelas dimulai. Teman saya sampai berkata, "Kaku banget sih lu, Nes." (Saya yang dibilang kaku untungnya tidak menghapus "kekakuan" saya... hahaha). Pada beberapa kesempatan saya juga sering 'dikatai' begitu oleh teman-teman sekitar.

Sebenarnya jengah juga mendengarnya, tetapi saya tetap tidak mau mengikuti cara yang menurut saya kurang tepat. Saya hanya merasa bahwa apa yang saya lakukan sesuai dengan cara pandang saya dan buat apa melakukan hal yang menyenangkan manusia? Lebih baik menyenangkan Tuhan.

"Nes, kan telat ga ada di Alkitab. Gapapa kali..." Adakah dari kalian yang berpikir seperti itu?

Nyatanya, saya melihat hal ini dari suatu ayat yang pernah mengatakan bahwa kita harus setia pada perkara-perkara kecil (cmiiw) tuh... Lagipula telat itu nggak enak kok. Nggak enak juga dengan dosen kalo terlambat, lalu harus lari-lari atau minimal jalan dengan cepat ke kelas sampai kelas ngos-ngosan, dan seterusnya kan? Kecuali kalau Anda telat dan masih santai tanpa rasa bersalah...

Dari blog tentang surat Tuhan, saya dapat memahami bahwa persiapan ini membutuhkan penyerahan penuh, termasuk di dalamnya adalah cita-cita pribadi, rencana masa depan, dan keinginan duniawi. Saya itu tipe orang yang penuh perencanaan, organized lah kalau bisa dibilang. Jadi untuk seminggu ke depan, sebulan ke depan, dan seterusnya, saya seolah-olah sudah memiliki rencana dan gambaran. Tentunya penyerahan total ke Tuhan bukan hal yang mudah untuk saya karena saya harus mau melepasnya dan menyerahkan agenda saya kepada-Nya. Tapi saya sudah membuat komitmen untuk bisa memberikan semuanya pada Tuhan, rencana, harapan, masa depan, sekaligus masa lalu saya sehingga ga perlu saya menengok ke belakang yang nanti membuat saya 'sedikit menyimpang' --'
Nah, maukah Anda memberikan kepada Tuhan hidup Anda sepenuhnya? ;)



I surrender all and I will follow you
I surrender all and bring my life to you
I surrender all and live my life for you
I surrender all, I surrender all
To You Jesus
[ Read More ]

Perihal Ketaatan dan Kepercayaan

Author : Felicia Yosiana
4 Desember 2011
Seperti biasa, JC berarti Jesus Christ. G berarti God, panggilan saya terhadap Allah Roh Kudus. Dan LF berarti Lord Father, panggilan saya kepada Allah Bapa. Oh, nyaris lupa... U berarti Union, di mana ketiga Persona Allah berbicara berbarengan. 


JC : Datanglah pada-Ku, nak.
A : Ehm... Saya bingung mau tanya apa...
JC : Bagaimana kalau mengenai Aku? Banyak orang mempertanyakan Aku akhir-akhir ini...
A : Oh? Oke.
G : Kamu tahu, dicuekin tidak terlalu enak rasanya...
A : Oops... Maafkan saya.
G : Ini berlaku untuk semua anak-anak-Ku. Bagaimana rasanya bila sapaan seorang sahabat didiamkan? Tidak enak, bukan?
JC : Kamu reluctant untuk bertanya karena takut menyinggung perasaan orang lain. Kalau begitu, biarkan Aku yang bicara.
U : Kamu bukanlah Entitas tanpa Suara dan Persona, anak-anak. Sama seperti setiap Ayah, sahabat dan saudara, Kami ingin dihargai dan dikasihi.
LF : Banyak dari anak-anak-Ku yang berpikir bahwa Aku terlalu sulit untuk ditemui. Mereka melihat-Ku sebagai seorang Raja tua yang kaku dan pendiam di atas takhta. Tapi sesungguhnya, Aku tidak kurang rendah hati untuk menyapa dan berbincang dengan setiap anak-anak-Ku.
JC : Aku adalah Temanmu. Masakan engkau mau terus-terusan menutup sambungan telepon terhadap seorang Teman?
A : Ada apa dengan anak-anak generasi ini, Tuhan?
G : Mereka telah kehilangan keintiman dan keakraban dengan Tuhannya. Kamu pernah mendengar kata-kata ‘The Fatherless Generation’ dan itulah kenyataannya. Hilangnya figur Bapa di hati dan kehidupan anak-anak zaman ini adalah apa yang sedang terjadi. Iblis telah sukses mencuri hal tersebut dari hati manusia.
A : Gimana itu bisa terjadi?
G : “Umat-Ku binasa karena mereka tidak mengenal Aku.”
A : Ah... Ayat itu... Saya mengerti. Bahkan di Sekolah Minggu, anak-anak jarang sekali diajarkan tentang kedekatan dengan Allah.
LF : Aku dipandang terlalu jauh  berada di atas.
A : Ini menyedihkan. What a depressing topic...
JC : I know. Tapi Aku merindukan kembalinya hati anak-anak-Ku. Coba lihatlah, berapa banyak yang mau memberikan agenda kosong kepada-Ku?
A : Itu karena kami tidak memiliki ‘trust’...
LF : Ya. Believing is not enough, Yosi. Tanpa ‘trust’, Aku tidak akan pernah bisa memegang kendali atas hidup anak-anak-Ku.
JC : Cobalah lihat seperti ini: kita sedang membangun hubungan timbal balik alih-alih hubungan satu pihak. Bukankah Aku mati di kayu salib berdasarkan ‘love’ dan juga ‘trust’? Lihatlah, Aku ‘mempercayakan’ nama-Ku sebagai sebuah otoritas / pegangan bagi anak-anak-Ku. Bukankah semua hanya akan adil bila Aku juga menerima ‘kepercayaan’ kalian?
A : Ada benarnya. Tapi, terkadang kami ragu akan Suara-Mu, Lord. Kami takut kalau itu bukan dari Roh Kudus...
G : Kalau begitu, belajarlah. Perdalam lagi hubunganmu dengan Kami. Bukankah kamu mampu mengenali suara orang-orang yang dekat dan selalu bersamamu? Hubunganmu dengan Kami pun harus seperti itu.
JC : Tapi jangan lupa untuk terus menguiji setiap roh. Iblis, seperti yang kamu tahu, sangat pandai meniru dan menyamar. Kamu tidak ingin terjerat tipu dayanya.
LF : Obidience, Yosi. Obidience. Tidak ada yang Kuhargai melebihi itu. Bahkan kasih pun berada di dalam ketaatan.
JC : Bukankah Aku telah taat sampai mati terhadap Bapa-Ku? Kamu tidak bisa berharap akan hidup di dalam Aku jika taat pada perkara-perkara kecil pun tidak mampu.
A : Ah... Taat pada perkara-perkara kecil... Itu banyak tertulis di dalam Injil.
G : Ya. Mencontek dan berbohong adalah contoh simpelnya.
LF : Jangan lupa, dosa tetaplah dosa, nak.
JC : Keangkuhan dan keserakahan pun sama. Bukankah unta yang hendak memasuki pintu lubang jarum harus menanggalkan dulu semua bebannya dan merendahkan diri? (Lihat Lubang Jarum dan Kekayaan) Belajarlah dari-Ku dan contohlah hidup-Ku.
A : Simpel, ya. Tapi sangat luar biasa semua hukum-hukum Anda.
LF : Tidak ada hal rumit, nak. Hanya saja, kamu memang tidak akan pernah bisa menyelami Hikmat-Ku.
A : *tertawa* Saya tidak berharap bisa melakukannya, anyway. Tapi keinginan untuk menjelajah Perpustakaan Sorga tetap tidak berubah.
LF : *tersenyum* Kamu akan kegirangan begitu melihat isinya.
A : Wajar saja... Hikmat Sang Pencipta yang dibukukan...
LF : Fokuslah sekarang. Untuk sekarang ini, ya sekarang ini, peganglah imanmu. Jangan lepaskan apa yang ada padamu dan buanglah segala ‘muatan’ yang tidak diperlukan. Seekor rajawali takkan dapat terbang ke tempat yang lebih tinggi dengan beban terikat pada kakinya.
JC : Waktunya singkat. Berjaga-jagalah dan teruslah nantikan Aku.
U : Kami sangat mencintaimu, nak.
A : Saya juga, Tuhan.
LF : Ya. Ya, anak-Ku. Sekarang, lakukanlah apa yang harus kamu lakukan. Aku bersamamu.

[ Read More ]